Sajak tak sadar
karya : Fuad Khanand
Perih nan sesak batin ini
Sakit, sakit yang kikis rasa tentram
Tak kuasa apa daya segala derita
Tak lagi sanggup hamba 'tuk berdiam
Asingkan diri 'tuk biarkan mereka
Haruskah airmata merah terlinang
Demi mereka, para Kaum pendusta
Mereka...
Yang gelapkan hati mereka
Yang padamkan api peduli dan cinta
Yang hunuskan pedang kebohongan
Dan tikam hati mereka dengan pengkhianatan
Lupakah mereka?
Tak sadarkah mereka?
Akan siksa dan azab yang menanti
Akan hidup yang hanya sekejap
Dan alam kubur yang semakin mendekat
Mereka acuhkan muka mereka...
Akan tanda keagungan-Mu, wahai sang Maha Agung
Tuhan, pada-Mu hamba menengadah
Seraya mentikkan sang air mata tengah malam
Bukan lagi 'tuk hamba, Bukan...
Bagi mereka Ya Rabbi...
Mereka yang masih terlelap dan terlupa
Ya Rahim...Sang Maha Penyayang makhluk-Nya
Dengan hina dan rendah hamba berserah diri
Dengan titik-titik air mata terakhir
Sadarkanlah mereka, Wahai sang Maha Penyadar
Kembalikan mereka ke jalan-Mu
Jalan menuju firdaus-Mu yang kekal abadi...
Para Penegak Sang Tiang
karya : Fuad Khanand
Sang tiang tak lagi setegak dulu
Fondasi tak lagi sekuat dulu
Komposisi khusyuk dan khidmat bersatu
Tenggelamkan insan dalam lantunan doa
Pancarkan cahaya Illahi Rabbi...
Rahmat sekalian alam
Diawali niat hati nan ikhlas
Terlantunlah lafadz "Allahu Akbar"
Tanda telah terbuka lebar
Sang pintu rahmat kebahagian
Alirkan indahnya pahala Tuhan...
Fatihah dan ruku' lambangkan ketegasan
I'tidal simbolkan kebangkitan
Sujud tanda pasrah berserah
Iftyras tanda mengharap ridha Sang Kuasa...
Ditutup sang salam nan gagah
Tanda syukur atas nikmat sang Rabbi...
Ya Rabbi...
!7 rakaat 24...
Isyaratkan tanda keagungan-Mu
Burung-burung nan setia bertasbih...
Sang bumi gemakan asma-Mu
Syahdu, merdu, nan Selaras
2 rakaat pembuka, teduhkan sang Qalbu...
2 rakaat penutup, legakan sang dahaga iman
Sempurna, seindah aluna syurga
Nikmat sang Rabbi terpadukan...
tercurah lindungi semua...
Para penegak tiang agama kini rapuh....
Puisi Perihnya Cinta
Karya : Fuad Khanand
Kini semua hilang
Hilang bersama bayangan
Bayang-bayang penuh kenangan
Kenangan tentang cinta, tentang kasih sayang
Semua cinta dihati
Hilang, pudar, lenyap entah kemana
Kini hanya menyisakan luka yang perih
Karna cinta ku yang terhalang restu
Maafkan daku cinta
Maafkan daku sayang
Ku harus pergi, agar hidupmu bahagia
Ku hanya bisa menangis
Memunguti puing-puing cinta yang telah hancur
Hancur, punah hanya menyisakan luka
Tuhan….
Ambil nyawa hamba tuhan
Hamba rela mati, hamba ikhlas demi dia tuhan
Hamba tak kuasa menahan sakit, sakit tuhan
Tolong hamba, tolonglah tuhan,
Sayang…
Kenapa kau pergi?
Aku butuh kasihsayang mu
Kenapa hanya harapan palsu yang kau beri?
Mana janji manismu? Mana?
Semua kebahagiaan yang kau janjikan, mana?
Cinta….
Akan kah kau akan kembaliuntukku?
Kembali merangkai hari bersamaku
Melengkapi hidupku yang tinggal separuh
Kembali menyambung kehidupan bersamaku
Kupikir kau akan mengerti…
Tapi....
Semua itu takkan mungkin terjadi
Itu hanya mimpi, yang membuat lukaku semakin perih
aku akan pergi cinta
pergi membawa luka ini selamanya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar